Minggu, 20 Mei 2018

Pesona Tanah Lot Bali



Pulau Bali merupakan sebuah pulau di Indonesia yang menjadi salah satu pulau dengan wisatawan tebanyak. Tentunya hal ini tak lepas dari berbagai obyek wisata menarik yang dapat ditemukan di pulau ini, salah satunya adalah obyek wisata Tanah Lot. Tanah Lot adalah salah satu obyek wisata terkenal di pulau Bali yang wajib dikunjungi. Obyek wisata ini terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Jarak yang harus ditempuh dari Kota Tabanan adalah sekitar 13 km ke arah barat. 
Pura Tanah Lot merupakan bagian dari Pura Kahyangan Jagat di Pulau Bali. Pura Kahyangan jagat adalah pura yang digunakan sebagai tempat memuja dewa penjaga laut. Pura Tanah Lot akan terlihat jelas ketika air laut pasang. Di bawah pura terdapat goa kecil yang didalamnya terdapat beberapa ular laut, yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan dan berwarna abu atau putih gelap berbelang hitam.


Menurut cerita masyarakatnya ular laut tersebut adalah jelmaan dari selendang pendiri pura Tanah Lot, yaitu Danghyang Nirartha. Danghyang Nirartha adalah seorang Brahmana dari Jawa yang mengembara ke Bali. Konon ular-ular yang berada di gua merupakan utusan Danghyang Nirartha untuk menjaga pura Tanah Lot, karena pada saat itu penguasa Tanah Lot yang bernama Bendesa Beraben merasa iri kepadanya. Rasa iri tersebut timbul akibat para pengikutnya mulai pergi untuk mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben kemudian menyuruh Danghyang Nirartha meninggalkan Tanah Lot. Danghyang Nirartha-pun menyanggupi perintah Bendesa Beraben, tetapi sebelumnya ia dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana.
 
Daya pikat lain dari Tanah Lot adalah memiliki lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam. Banyak wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam tersebut menjelang sore hari, sehingga tempat wisata ini menjadi lebih penuh. Cahaya merah keemasan dengan lembayung ungu yang menyinari pura tentunya dapat memberikan panorama eksotis yang romantis untuk menutup harimu dengan sempurna.
Jika kamu ingin membuktikan keindahan golden sunset di sini, datanglah sekitar jam 17:00. Waktu ini dianggap tepat untuk kamu bisa mendapatkan posisi terbaik menikmati sunset dari awal sampai akhir. Setelah momen matahari terbenam berakhir, jangan langsung buru-buru pulang. Cobalah menyaksikan pertunjukan Kecak Dance Fire Show di Taman Budaya Surya Mandala, yang terletak di sebelah barat Pura Batu Bolong atau sebelah Restoran Melasti. Untuk menyaksikan pertunjukan ini, kamu harus mengeluarkan biaya tiket sebesar Rp50.000 per orang.


-credit: luhde_mutiaracemerlangtours-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar